Tampilkan postingan dengan label Postingan awal Bulan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Postingan awal Bulan. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Desember 2015

Sejarah kebebasan berpendapat

Kebebasan berpendapat, merupakan hasil dari sekian panjang perjuangan manusia dalam upayanya untuk lepas dari belenggu perbudakan.  Bisa dikatakan bahwa kebebasan berpendapat beriringan dari ide Socrates dalam menyemaikan bibit demokrasi dalam sistem sosial Yunani ribuan tahun yang lalu, yang, karena "ulahnya" yang sangat suka menggosip itu, Socrates membayar harga sebuah kebebasan berpendapat, dengan nyawanya sendiri.
Tidak dipungkiri, pendapat bahwa demokrasi baru benar tegak di Yunani justru setelah eksekusi Socrates itu sendiri, memicu revolusi mental orang-orang untuk berani mengemukakan pikirannya yang selama ini dikekang oleh rezim saat itu, yang membuat orang-orang sadar betapa pemikiran untuk kebebasan adalah hal yang harus diperjuangkan, berapapun harganya.
Dengan itu resmilah Socrates menjadi martir layaknya Yesus yang mengorbankan tubuhnya untuk disalib demi membebaskan pikiran orang dari kegelapan akhlaq, seperti nabi Muhammad yang rela diusir dari sukunya sendiri keluar Makkah untuk memperjuangkan pendapat bahwa setiap orang memiliki hak untuk hidup layak dan lepas dari kesenjangan sosial, menghapus kejahilan warisan budaya yang angkuh di tengah kondisi yang tidak tepat.

Kebebasan berpendapat memiliki harga yang harus dibayar, tentu, sebab pendapat adalah hasil dari olah pemikiran, yang mana pemikiran itu sendiri pastilah menemukan perlawanannya akibat benturan kepentingan yang berseberangan.  Kebebasan berpendapat tidak sama dengan kebebasan berbunyi, sebab pendapat ada di dalamnya yaitu kepentingan, konsep dan tanggung jawab. 
Pendapat lahir dari sebuah kepentingan, baik itu individual, kolektif atau global.  Sebab kepentingan itu yang memotivasi orang untuk merealisasikan pikirannya ke dalam alam yang sama sekali berbeda.  Kepentingan menimbulkan keinginan dan usaha yang diracik untuk bisa dimengerti ke dalam sebuah konsep, konsep ini yang merupakan cikal bakal berkembangnya sebuah gerakan nyata.
Perbedaan anarki dan pendapat terletak pada tanggung jawabnya terhadap elemen sosial yang terjangkau oleh konsep itu.  Tanggung jawab memberi batas yang tegas bagi suatu konsep apakah pemikiran ini layak diperjuangkan atau hanya sekedar bunyi berisik yang tidak memiliki nilai untuk disebut pendapat.

Perbedaan pemikiran yang didasarkan pada kepentingan, memicu suatu usaha untuk membungkam entitas yang berbeda dari bentuknya sendiri demi mempertahankan supremasinya sebagai entitas "yang utama", yang dianggap paling penting bagi pihak yang memiliki pemikiran tersebut.  Hal ini, dalam masa-masa kegelapan yang terjadi adalah terbentuknya kekuasaan yang cenderung membungkam bahkan membunuh pendapat yang berbeda dari pendapat yang memiliki kekuasaan, kekuasaan yang didasari atas ketakutan atau pendapat mayoritas.  Alasan paling utama dari pengekangan pendapat ini adalah masalah stabilitas sosial, dan sayangnya, alasan ini paling masuk akal meski melanggar hak dasar manusia untuk memiliki pendapat dan mengemukakannya.

Adalah fakta bahwa pencapaian tertinggi suatu peradaban justru diraih di bawah sistem sosial yang diktatis, Mesir, Yunani, Romawi, Tiongkok, memiliki sejarah gemilangnya di masa kekuasaan yang bersifat absolut-tunggal.  Apa pasal?, karena dalam membangun sebuah peradaban yang utuh dan sesuai dengan visi, kekuasaan meminimalisir hal-hal yang bertentangan dengan dirinya untuk memusatkan konsentrasinya.  Kita lihat jaman presiden Soeharto, berapa banyak orang tua kita merindukan zaman dimana sedang gampangnya memenuhi kebutuhan ekonomi dan pembangunan kelihatan dimana-mana.  Tentu, tak bisa dibilang sedikit orang yang trauma hidup di zaman orde baru dimana pikiran yang bertentangan dengan kekuasaan berarti harus disingkirkan.

Kita berbicara tentang kepentingan individual, kolektif dan global.  Kepentingan yang manakah yang harus didahulukan?, secara teori kita sepakat bahwa kepentingan global mestilah di atas segala-galanya.  Sayangnya, kepentingan global hanyalah kamuflase untuk mencapai titik aman dalam merencanakan kepentingan kolektif yang biasanya bersumber dari kepentingan individu.  Siklus ini nanti mengalami antitesa sehingga membentuk lingkaran siklus yang utuh dan berputar tanpa titik awal maupun akhir.

Jika anda suka menonton film Naruto, misalnya, kita bisa melihat berbagai konflik kepentingan disini yang membentuk rantai karma.  Pada awalnya perang antar klan membuat Hashirama Senju dan Madara Uchiha kecil menyadari bahwa penting untuk membuat suatu dunia dimana anak-anak bisa melewati masanya tanpa ikut menjadi korban perang.  Itu kepentingan global.  Namun belakangan perang merenggut nyawa anggota klan yang merupakan saudara kandung mereka, membuat Uchiha Madara harus berhadapan dengan klan Senju, Hashirama sangat terpukul melihat sahabatnya itu lupa terhadap kepentingan globalnya dan mempersempit kepentingannya menjadi kolektif, terbatas pada dendam klannya.
Cerita bergulir dimana kedua klan ini menjadi klan paling kuat dari semua klan yang ada, namun Madara yang dimakan oleh dendamnya sendiri justru jatuh terperosok kedalam kepentingan individual dimana tujuannya berubah menjadi orang yang lebih kuat dari Hashirama, sahabat kecilnya. Madara mengambil mata saudaranya sendiri untuk mewujudkan kepentingannya.  Namun apa daya, Hashirama yang teguh dalam usahanya untuk mewujudkan kepentingan global itu tidak bisa ditundukkan oleh Madara, dan menyadari kepentingan kolektifnya, klan Uchiha bergabung dengan klan Senju lalu membangun desa yang mewujudkan cita-cita kedua orang itu di masa kecilnya.

Namun, kebebasan berpendapat adalah hal yang benar-benar mahal harganya.  Suatu ketika klan Uchiha yang mengeluh karena merasa diperlakukan tidak adil dengan menempatkan mereka pada pengawasan yang ketat dan diberi posisi yang mengekang hak mereka untuk sama rata dengan klan yang lainnya, klan ini merencanakan pemberontakan.  Namun sebelum itu terjadi, kekuasaan desa membersihkan hampir seluruh anggota klan kecuali satu orang anak dari klan Uchiha yang dibiarkan hidup.  Pembersihan dilakukan dengan alasan stabilitas sosial.

Tentu saja kepentingan yang mendasari alasan "stabilitas sosial" hanyalah bentuk dari hegemoni kekuasaan dengan kepentingan kolektif bermodel mayoritas yang menciderai hak asasi manusia.  Ini juga bisa kita lihat dari agresi militer Indonesia ke Timor Timur jaman dahulu itu, dan mungkin sedang terjadi di Papua Barat.

Selama kepentingan itu bergulir, selama itu pula kita berkutat dengan soal kebebasan berpendapat.  Pendapat bisa saja berbenturan, namun kualitas pendapat tergantung pada sejauh mana kepentingan itu berdampak.  Kita bisa melihat betapa susahnya orang-orang penegak HAM di zaman dahulu untuk memperjuangkan aspirasi agar menyeruak dan tampil di muka publik sebagai bagian dari sudut pandang yang memperkaya kualitas kemanusiaan.

Kebebasan berpendapat berperan penting bagi perkembangan khazanah kejiwaan sosial menuju arah dunia humanis yang utuh dan cerdas.  Adalah Nelson Mandela yang merupakan bagian dari sejarah kebebasan berpendapat di Afrika, sebagai antitesa dari produk budaya Apartheid yang digaungkan kekuasaan demi kepentingan kolektif orang kulit putih.  Menyadarkan seluruh manusia bahwa siapapun berhak memiliki kehidupan yang setara tanpa dibatasi oleh ras.

Kebebasan berpendapat tidak lahir dari keadaan yang baik-baik saja, justru saat nilai-nilai dasar alamiah mengalami ketidakseimbangan, saat kemanusiaan sudah mulai rapuh, kebebasan berpendapat tumbuh untuk menyeimbangkan kondisi dan membawa sistem sosial ke arah kodrati, memberikan wawasan yang dimaksudkan untuk menjaga eksistensi manusia dari kepunahan.

Sejarah kebebasan berpendapat berkaitan erat dengan kepentingan, sehingga mulai darimana kepentingan itu beranjak, sampai dimana kepentingan itu menemukan titik jenuhnya, kebebasan berpendapat adalah konflik harmoni yang harus hadir demi tolak ukur kualitas alam.

Selasa, 30 April 2013

Art of Happiness


"Roda hidup itu berputar, nak" itu nasihat yang-entah darimana- selalu saya ingat agar tetap  bisa hidup dengan nyaman.  Sehabis pulang dari rumah tante Fatimah(and, ya, saya belum posting soal RISMA yang kemarin habis nongol di event provinsi, beliau punya jasa besar untuk ini, mungkin di postingan berikutnya) setelah ngobrol panjang lebar tentang tawaran ustadz Dadang-suami tante Fat- kepada kami agar bisa membantunya dalam event-event yang nanti akan diselenggarakan, in other words, kami ditawari jadi EO(event organizer) oleh beliau ini.  Kata "kami" dalam hal ini saya gunakan sebab bukan cuma saya seorang, melainkan ada dua orang lagi yaitu sang Ketua Risma dan sang handy-man ini.


Makan sudah, ngemil sudah, jadi lah saya sempatkan untuk berkangen-ria dengan blog yang sudah cukup lama tidak saya kasih postingan ini *ngelus2 monitor*.  Bicara tentang kebahagiaan, tidak pernah saya bosan untuk membicarakan ini di dalam angan-angan.  Setiap ingin tidur, saya kadang menyempatkan diri untuk menggambarkan kebahagiaan itu menurut versi saya sendiri. Apa itu?, ketika saya mencoba itu(mendeskripsikan kebahagiaan) yang kemudian tergambar dalam benak saya adalah rentetan gambar yang berkedip dengan kecepatan 3000fps lalu huruf-huruf yang bertaburan dan warna-warna berseliweran, lalu disusul dengan bintang-bintang dan akhirnya keadaan gelap gulita lalu saya tertidur.  Maksudnya?, kebahagiaan itu bagi saya masih terlalu abstrak untuk dideskripsikan, saya masih belum bisa mencoba menemukan "gambar" sesungguhnya kebahagiaan itu di dalam hidup saya.  Yang saya miliki untuk mengenali kebahagiaan itu satu-satunya adalah dengan menikmati apa yang saya lakukan sekarang.

Kemudian saya berasumsi bahwa kebahagiaan itu berkaitan dengan seberapa mood kita untuk menjalani hidup yang penuh tekanan ini.  Menurut saya hampir mustahil saya akan menemukan 'gambaran' kebahagiaan sebenarnya bila saya masih mencoba mempersempit arti kebahagiaan itu sendiri, seperti yang banyak orang lakukan; meng-identik-kan kebahagiaan dengan terpenuhinya segala sesuatu yang kita inginkan, sebagian lagi bahkan lebih sempit: kekayaan adalah kebahagiaan.

Oke, mungkin saya hampir menyempitkan konteks 'kekayaan' yang dimaksud oleh sebagian orang.  Mungkin bisa jadi bahwa kebahagiaan sejati adalah kekayaan; kekayaan hati, kebijaksanaan, keluhuran, atau dengan konteks yang serupa.  Namun percayalah, 'kekayaan' yang saya tangkap dari paradigma orang-orang sering berorientasi kepada nilai materi.  Seperti yang biasa saya ucapkan dipenghujung kalimat di DC; correct me if I'm wrong(CMIIW).

Saking ambigu nya hal tersebut, Kadang sering muncul pertanyaan ini di tengah malam; "kaya itu apa?, miskin itu bagaimana?.." .  Dan yang paling lucu-atau miris- adalah ketika ada orang berkata bahwa kebahagiaan itu bisa dibeli dengan uang, DIBELI?, seriusan?

Atau lagi, ada yang selalu mengeluh bahwa kemiskinan membuatnya tidak bahagia, kebahagiaan terhambat oleh kemiskinan, dst.

Saya tidak pernah habis fikir, kemudian, ini yang menggugah pikiran saya untuk menemukan bagaimana caranya bahagia meski tidak kaya, atau tetap bahagia meski di dalam kekurangan.  Sungguh, memberi 'standar' atau pun deskripsi soal kebahagiaan itu tidak mudah, karena ini cenderung subjektif.  Dan jika harus objektif, maka kebahagiaan tidak sekedar dinilai dari rasa saja, namun dari segi kognitif(konsep/pikiran).

Ada yang harus kita perhatikan tentang kecenderungan berpikir bahwa kepuasan adalah kebahagiaan, keduanya adalah hal yang berbeda.  Kadang ada orang yang selalu mampu mencapai sebuah kepuasan namun tidak dengan kebahagiaan, mampu memenuhi apa yang dia inginkan tapi kemudian masih tetap kehilangan sesuatu, kebahagiaan.

Ada yang bilang bahwa kebahagiaan adalah status emosi atau keadaan pikiran seseorang saat dia berada dalam keadaan yang baik yang ditandai dengan cinta, kesenangan, kegembiraan, kepuasan atau kenikmatan.  Kebahagiaan sering digambarkan dalam emotic :) atau :D.  Tapi apakah dengan tersenyum atau tertawa berarti dia sedang benar-benar 'bahagia'?.

Saya jadi ingat beberapa hal yang mungkin saja mempengaruhi bagaimana kebahagiaan muncul di dalam hidup kita, yang pertama adalah materi.  Sebagian orang(seperti yang saya sebutkan tadi) menilai bahwa materi -dalam hal ini kekayaan- mempengaruhi kebahagiaan di dalam hidup.  Itu semua tentang sejauh mana kita bisa memenuhi kebutuhan yang seharusnya.  Orang kaya cenderung lebih bisa 'meringis' ketimbang orang yang miskin, dengan kekayaan, banyak yang diinginkan bisa didapat dengan mudah, kepuasan akan pemenuhan kebutuhan yang mudah diraih membuat orang kaya cenderung hidup lebih enjoyable.  Namun selain itu, tetap pada suatu batasan tertentu, ada hal tentang kebahagiaan yang sebenarnya tidak pernah bisa dibeli dengan uang atau dinilai dengan materi.  Tapi kekayaan itu sendiri sejatinya yang membuat orang menjadi merasa bahagia, merasa 'berkelebihan'  dari orang di sekitar kita akan memberikan sebuah sensasi hidup yang memacu kebahagiaan itu muncul di dalam diri.  Maksudnya adalah status 'orang kaya' alias menempati urutan teratas dalam suatu lingkungan itu lah yang menjadikan orang cenderung lebih bahagia, bukan tentang seberapa banyak hal yang bisa terpuaskan dengan kekayaan.

Kemudian setelah materi, adalah keinginan yang berkaitan kebahagiaan.  Keinginan dan kenyataan mempunyai andil besar dalam merobah mood dalam hidup anda, kebahagiaan anda.  Sering kali kita melihat orang kecewa lantaran keinginannya tidak sesuai dengan kenyataan.  Ini penting, sangat penting sekali untuk mengontrol apa yang kita inginkan demi mencegahnya terlalu jauh keluar dari kenyataan.  Kita mula-mula harus mengetahui ada dimana kita sekarang dan apa yang kita inginkan itu haruslah reasonable dengan apa yang bisa kita kerjakan atau kita usahakan.

Ada beda antara keinginan yang muluk-muluk dengan sebuah impian.  Ketika seseorang berkeinginan untuk punya Toyota Alphard sementara usahanya hanya sekedar menabur mimpi(tidur, Red) itulah keinginan yang muluk-muluk.  Ketika seseorang berkeinginan untuk menjadi presiden dan sekarang dia belajar berbagai ilmu dengan giat, maka itulah yang disebut impian(cita-cita).  Dan kenapa saya tetap kekeuh untuk menyatakan bahwa mimpi itu begitu penting, alasannya ada di artikel sebelumnya.

Selanjutnya yang mempengaruhi kebahagiaan anda adalah tingkat ke-PD-an(self confidence) yang anda miliki.  Apapun yang anda kerjakan dan bagaimana anda mengerjakannya saat ini dipengaruhi oleh seberapa tingkat keminderan(tidak pede) yang 'menyerang' anda.  Sebagian besar orang mengalami tekanan yang luar biasa di dalam hidupnya karena merasa minder/tidak pede, ada kekurangan di dalam dirinya yang menurutnya itu sangat mengganggu, dan benar, semakin anda minder, semakin tidak bahagia anda dibuatnya.  Percaya diri itu penting, itu akan membuat pikiran anda terhadap dunia luar menjadi positif, dan yang paling positif dari percaya diri adalah anda akan menjadi lebih terbuka dan kemudian menjadi lebih enjoy menjalani hidup, dan kabar baiknya; orang yang PD akan selalu maju.

Saya acap kali mendapati orang yang selalu memiliki kesempatan membandingkan kekurangannya terhadap kelebihan orang lain, dan itu adalah masalah.  Kita perlu tahu bahwa manusia diciptakan secara khusus dan berbeda(mungkin anda perlu membaca artikel saya yang diterbitkan disini), apa yang menjadi kelebihan anda itulah yang harus ditonjolkan, dan kekurangan yang ada bukan untuk disedihkan atau diperbandingkan, melainkan diperbaiki meski tak bisa dihilangkan.  Pemikiran positif melahirkan energi yang membangun, dan pemikiran positif berawal dari bagaimana kita memandang diri kita sebagai subjek yang unik dan bermanfaat bagi orang lain.

Aspek sosial kehidupan anda juga mempengaruhi kebahagiaan.  Orang tentu akan merasa nyaman ketika berada di rumah; yaitu tempat dimana orang-orang menerima anda dengan terbuka dan mengakui anda sebagai bagian daripadanya.  Begitu juga kehidupan sosial, dimana ketika interaksi sosial anda baik, dan kecakapan sosial anda mumpuni, anda akan merasa seperti di rumah, nyaman.  Teman dimana-mana, tentu, semakin banyak teman semakin banyak rejeki, dan artinya rejeki anda bertebaran dimana-mana.

Terakhir mungkin yang mempengaruhi kebahagiaan adalah sikap anda sendiri.  Untuk hal ini, pada awalnya saya juga masih belum memahami benar, maksudnya, sikap anda yang baik akan membawa anda kepada kebahagiaan ataukah sebaliknya; ketika anda bahagia maka sikap anda akan menjadi baik.  Namun menurut pemikiran saya, sikap dan tingkah laku yang baik akan memberikan efek yang baik pula terhadap jiwa kita dan itu lah yang membuat kita menjadi bahagia.  Dan ketika kita sedang bahagia, maka tidak sulit rasanya untuk melakukan hal yang baik.

Ketika anda yang berada dalam keadaan yang berkelebihan belum merasa bahagia, atau anda yang berada dalam tekanan dan kekurangan sama sekali luput dari kebahagiaan itu sendiri.  Perhatikan lah, Tujuan hidup itu adalah hal utama yang menuntun kita pada kebahagiaan, bukan tentang apakah sekarang anda bahagia atau tidak, tapi tentang apakah sekarang anda ingin untuk mendapatkan kebahagiaan, atau tidak.  Karena pun, sejauh apa kita mencari kebahagiaan yang hakiki, meski terjerembab pada luka-luka di jalan menuju itu, kita selalu bisa memetik untaian pelajaran.  Semua aspek tentang kebahagiaan punya cara untuk memahaminya, darimana kebahagiaan itu dipandang, dari sisi biologis kah, psikologis kah, agama kah, filosofi kah, dll.  Bukan dipandang saja dari nilai materi.

Semuanya terlalu kompleks, kebahagiaan itu dengan standar-standarnya yang membentuk sebuah harmoni pada suatu titik, sebuah karya seni kehidupan.  Toh, begitu, Cara paling sederhana untuk bahagia bagi saya adalah mensyukuri apa yang Tuhan berikan kepada saya hingga malam ini, hingga angin malam berbisik kepada saya, "mungkin inilah kebahagiaan bung, sebuah bentuk abadi dari kebersyukuran!".

Jumat, 07 Desember 2012

27 Tahun

Kita bisa melihat matang(atau busuknya) seseorang, hasil dari apa yang dia pelajari di masa muda, bentuk jati dirinya, dan bakatnya yang tumbuh, pada umur 27 tahun.  Saya ambil 27 tahun karena itu adalah stage awal (untuk standar saya) dalam melihat kehidupan seseorang untuk dikatakan berhasil atau tidak berhasil, dalam usia muda.  Berikutnya mungkin ada di umur 40 tahun dan 65 tahun.

Sabtu, 01 Desember 2012

Sepatu boots untuk RISMA

"Harapan bangsa ini, memang, satu-satunya adalah masjid." Begitu lah kata salah satu tokoh masyarakat di kampung kami, kemarin malam itu, saat kami berkunjung ke rumah Beliau untuk meminta pendapat soal dibuatnya anggaran dasar serta anggaran rumah tangga bagi kepengurusan RISMA, Remaja Islam Masjid.

Minggu, 11 November 2012

Hukum, yakin ada?

Sekitar setengah bulan lalu, tepatnya setelah saya update post disini, ada berita bentrok pecah di tanah Lampung.  Benar, kalau tidak salah waktu hari sumpah pemuda.  Mungkin sebagian readers juga sudah lihat di tivi ya, beberapa waktu lalu, belum lama, terjadi lagi aksi anarkis di Lampung, tepatnya di Bekri, Lampung tengah, tepat 30 kilometer dari tempat saya sekarang.

Rabu, 03 Oktober 2012

Move on...

just move on,..
Susah makan, susah tidur, susah tertawa, susah nyari duit, serba susah semuanya jika seseorang sudah terkena sindrom 'loe-gue-end'.  Rasanya dunia berhenti berputar dan hidup semakin gak enak untuk dijalani, gara-gara hal kecil yang disebut galau.

*hal kecil ndasmu*

Sabtu, 01 September 2012

Antara planning, realitas dan Tujuan



Ada yang pernah merencanakan sesuatu, sampai ke detail-detail kecilnya, tapi kemudian yang terjadi gak sesuai dengan tujuan awal?,.... jika ada, maka mari silahkan lanjutkan membaca yaa anak-anak. :) *dilemparin tiang listrik*

Sabtu, 11 Agustus 2012

PhpMyAdmin di Ubuntu Tidak bisa diakses: "New XAMPP security concept", nih obatnya!

Tadi malam, karena sudah lama banget gak ngoding, akhirnya rindu untuk iseng-iseng bikin sesuatu(kemudian kalo bagus dijual).  Pemrograman web kemudian jadi pilihan, karena memang basic saya disitu, dan hobi juga disitu, apalagi hati saya jatuhnya kesitu.
Lalu untuk memenuhi hasrat saya tadi, lanjutlah, install segala macam yang berhubungan dengan apa yang saya butuhkan untuk coding web programming, mulai dari web-servernya, kemudian nanti sistem databasenya, Mysql,  dan  'mesin' Php-nya, tidak lupa framework engine macam Ci(Code Igniter) itu kan.  Jatuhlah pilihan untuk web-server ke Xampp, karena saya familiar sekali dengan 'benda' ini.



Berhubung saya pake linux, ubuntu, off course, the coolest Os ever,... 8),.. maka saya pun cari Xampp yang edisi linuxnya.  Dulu sih namanya Lampp, pertama kali saya kenal seperangkat web-server itu sebenarnya dicomblangi oleh dosen saya di kampus, sudah dulu sekaliiii... .  Tapi saya sendiri baru tahu sekarang Xampp edisi linux ini gak pake nama Lampp lagi, meski tetap sama saja isinya dengan yang versi jadul, sistemnya tetap pake nama Lampp ketika digunakan.

Sebenarnya, saya sudah punya backtrack 4r2 itu di HDD, cuma itu tool khusus buat saya untuk main-main jadi pen-tester, dan yang paling sering: ngambilin data anak-anak kampus yang lagi wifi-an!.  Di backtrack sendiri udah lengkap ada web-server nya juga, udah ada mysql juga, tools networking kan juga lengkap disitu.  Tapi lagi jatuh cinta sama ubuntu sabilly Al-quds ini, meski edisi lama tapi enteng buat dibawa-bawa.
Download Lampp(Xampp edisi linux,) di situsnya aslinya sana, http://www.apachefriends.org/en/xampp-linux.html .  Bisa diunduh menggunakan downloader bawaan browser atau langsung lewat terminal dengan wget:

1
wget http://ncu.dl.sourceforge.net/project/xampp/BETAS/xampp-linux-1.8.0.tar.gz



Setelah file selesai diunduh(ini ukurannya 80-an Mb lho, ) masuk ke direktori tempat file disimpan tadi lewat terminal, atau kalau tadi downloadnya lewat terminal, maka langsung ubah privilage jadi root aja.
Kemudian ekstrak file tadi dengan perintah:


1
tar xvfz xampp-linux-1.8.0.tar.gz -C /opt


Nah, sampe sini udah selesai, Lampp udah diinstal ke sistem.  Kemudian saya test, saya nyalakan dulu kan pake command ini:

/opt/lampp/lampp start

dan, bisa!.
kemudian saya coba lagi masuk ke localhost sistem, lewat browser kesayangan para developer: Mozilla FF. bisa!
lalu saya test hampir semuanya udah terasa agak bener lah, nah, sampe di phpmyadmin, waktu dibuka kok gak bisa?, forbidden katanya.. ada apa gerangan?.  Disitu ada notifikasi kalo phpmyadmin hanya bisa diakses lewat local server, pikir saya karena mungkin komputer lagi nyambung ke internet, maka phpmyadmin gak mau jalan.  Akhirnya saya cabut modem, hasilnya?, tetap sama!.
kemudian saya buka phpmyadmin lewat Iron, sama aja, screenshotnya begini:


disitu notifikasinya begini:


New Xampp Security concept,
acces to the requested object is only available from the local network.
This setting can be configured in the file "httpd-xampp.conf"


Saya coba lagi running phpmyadmin dari alamat localhost/phpmyadmin, tetep sama.  Sempat kepikiran juga kalo Lampp nya emang lagi stress, lha wong sudah saya jalankan dari localhost kok tetep ada notifikasi disuruh akses lewat local server?, gila kan?.
Kemudian saya cari konfigurasi file httpd-xampp.conf nya di internet, tetap belum ketemu, padahal sudah susah payah pake bahasa Inggris!.
Wah, saya sampe hampir semaleman nyari problem solving masalah ini tapi tetap tidak ketemu, nasib..
Akhirnya setelah itu saya putuskan untuk ditinggal tidur sajalah, mungkin besok juga bener sendiri, pemikiran idiot saya mulai muncul itu, mana mungkin bisa bener sendiri?.

Meskipun akhirnya saya tinggal tidur, selepas sahur saya cari lagi dari halaman web indonesia, karena saya sudah hampir nyerah dengan situs-situs berbahasa inggris: sudah bacanya kebolak-bolak, njelimet, gak ketemu lagi!.  Setelah cari sana-sini, gak perlu waktu lama, sudah ketemu tuh bejibun keywords nya tentang problem solving masalah phpmyadmin karena implementasi konsep keamanan baru dari Xampp ini, dari halaman di Indonesia, atau setidaknya milik orang Indonesia.

Langsung buka di blog husnanlabs, tepatnya disini.  Voilaa...!!, ketemu juga akhirnya kan, Alhamdulillah...
Di blog husnanlabs ini banyak artikel yang sangat bermanfaat seputar dunia open-source, kereeenn.
Nah, disitu sebenarnya cuma tinggal hanya nambah sedikit command aja di selipan setting file httpd-xampp.conf nya yang terletak di folder /opt/lampp/etc/extra, sehingga kemudian saya buka aja gedit dengan 'kuasa' root, ketik ini di terminal:


1
sudo gedit /opt/lampp/etc/extra/httpd-xampp.conf


Lalu cari baris yang isinya kira-kira begini:


# since XAMPP 1.4.3

    AllowOverride AuthConfig Limit
    Order allow,deny
    Allow from all

Saya tambahkan command yang pendek ini di tengah-tengahnya;
Require all granted

Sehingga akan jadi seperti ini:

# since XAMPP 1.4.3

    AllowOverride AuthConfig Limit
    Require all granted
    Order allow,deny
    Allow from all

Lalu save, dan kemudian restart Lampp dengan command:

sudo /opt/lampp/lampp restart

Lalu running lagi phpmyadmin dari browser, kalo gak ada penyakit lagi, insya Allah phpMyAdmin bisa dijalankan, seperti punya saya.
Akhirnya semua berjalan normal dan hasrat ngoding saya jadi tambah menggebu-gebu macam pengantin baru.  Nah, berhubung sudah kelar urusan, maka saya pamit undur diri dulu, happy weekend,..dan selamat berpuasa!.

Kamis, 02 Agustus 2012

NGACA, PLEASE


Akhirnya, setelah memaksakan diri untuk melawan kemalasan saya dalam menulis, setelah sekian lama tangan saya enggan untuk mengeluarkan kata-kata, dan berhubung blog juga sampai jamuran karena belum ada postingan yang baru.
yakk!, mari dengan ini ijinkan saya untuk tampil kembali dengan postingan di blog saya tercinta ini.
*lambaikan tangan ke pembaca*

yup, rite, ngaca, that's it.  anda pernah ngaca?, tentu pernah, kalo gak pernah, silahkan ngaca.
Dalam hidup, kita tidak akan pernah lepas dari pro dan kontra, ada yang suka, ada yang tidak.
terkadang kita cuek terhadap hal ini, karena kita pasti menganggap "ah, biasa lah", padahal itu kurang benar.
Pro dan kontra mengajarkan kita untuk berbenah diri, mana yang harus ditambah, mana yang harus bertahan, mana yang harus diperbaiki.
Nah, sayangnya, tidak semua manusia sadar dengan hal ini.  lalu apa hubungannya dengan ngaca?

Manusia, pada umumnya bisa kita bagi menjadi tiga golongan;
  1. golongan yang kalo ngaca, dan keliatan mukanya jelek, trus kacanya dihancurkan.
  2. golongan yang kalo ngaca, dan keliatan mukanya jelek, dia cuek aja, gak peduli.
  3. golongan yang kalo ngaca, dan keliatan mukanya jelek, dia berusaha mendandani mukanya agar lebih enak dilihat.
Kegiatan ngaca ini sebenarnya merupakan analogi sederhana tentang reaksi kita terhadap pro dan kontra yang terjadi di dalam hidup.  Kalo yang pro sih, kita jadikan saja sebagai motivasi, support untuk terus maju.  
nah, kalo ketemu yang kontra gimana?, tentunya mungkin telinga kita pasti akan terasa habis dijeweri oleh guru matematika dengan segala hujatan dan kritik yang datang dari orang-orang yang kontra terhadap diri kita, panas!.
Maka dari itu, yuk mari kita lihat bagaimana golongan-golongan ini dalam menyikapi kontroversi dengan segala bumbu wajibnya: kritik dan hujatan.

Orang dengan golongan pertama, menghadapi hal ini dengan emosional, pesimisme, dan tidak efektif.
buruk muka cermin difentung!, yakkk..
dia akan berusaha menghilangkan segala kritikan dan hujatan itu dengan cara apapun, termasuk kekerasan.
golongan pertama ini biasanya orang-orang egosentris, memandang hal-hal yang ada pada sudut pandang egonya sendiri, sehingga apapun yang menurutnya benar, ya harus benar, dan dia tidak ingin berada di posisi terpojok atau seperti disalahkan.  dia akan memecahkan cermin ini ketika mengetahui keburukan pada dirinya, dia tidak sanggup menerima bahwa dirinya itu ada yang kurang, buruk, salah. pokoknya harus benar, titik.  sehingga biasanya golongan ini suka memaksakan kebenarannya pada orang lain dan bersikap eksesif terhadap berbagai kritikan atau masukan yang ditujukan kepadanya.

Golongan ke-dua, menghadapi kritikan dari pihak yang kontra dengan cara yang aneh lagi: cuek bebek.
orang-orang pada golongan ini cenderung 'kuping tembok'  terhadap berbagai masukan yang sesungguhnya diperlukan bagi dirinya sendiri.  bisa dikatakan, golongan ini bebal, namun tidak sekeras dan se-ekstrim golongan pertama.  Istilahnya kalo ada kritik yang ditujukan kepada mereka, mereka menggunakan jurus jitu: masukkan dari kuping kanan, buang lewat kuping kiri, gampang.  Masalahnya, orang-orang dengan sifat seperti ini akan sulit bisa maju dalam hidupnya, stagnan saja disitu, atau paling banter seperti keong, majunya lambat!.  karena masukan-masukan yang diperoleh dari kritik atas keburukan mereka itu tidak mereka proses, memilah-milih pun tidak, seperti kata Bung raja dangdut kita: sungguh terlalu!.

Kemudian kita beralih pada golongan yang ke-tiga, inilah golongan yang kritis terhadap pendapat orang lain, mereka menggunakan cermin itu sebagai mana mestinya.  Golongan ketiga ini menghadapi segala masukan dengan cermat, berani, dan terbuka.
segala kritik yang dilontarkan oleh para pihak yang kontra dengan dirinya, dipilah-pilih, kemudian diolah secara cermat, untuk membentuk diri menjadi lebih baik.  kontroversi, bagi mereka ini merupakan suplemen untuk membangun sebuah pribadi yang unggul, memacu mereka untuk lebih semangat melakukan perbaikan, sehingga meskipun kebanyakan kritik yang sampai kepada mereka itu bersifat menjatuhkan, hujatan, mereka ini tetap akan selalu bersikap terbuka dan menghargai kontroversial itu.  golongan ini cenderung open minded, tidak menganggap kritik atau hujatan sebagai suatu ancaman layaknya anggapan golongan pertama tadi, sehingga biasanya orang-orang seperti ini akan adem ayem saja di dalam masyarakat, tapi adem ayemnya yang menuju ke arah perbaikan, tidak seperti golongan kedua yang adem ayem tapi ndelep.

Dalam hidup, mestinya kita bisa menempatkan diri pada golongan yang ke-tiga ini, itu akan menjadi modal penting yang berafeksi kepada banyak aspek hidup yang kita jalani.  Kuncinya adalah memaklumi dan mau memahami, yang keduanya ini akan terwujud jika kita mau belajar untuk ingin jadi lebih baik dan lebih baik serta terus lebih baik, artinya perubahan menjadi lebih baik ini tidak cuma sekali saja, tapi berkesinambungan.
Kalau kita sudah mampu memaklumi dan mau memahami, niscaya kita akan menjalani hidup yang damai, karena toh, kontroversi sekalipun bukan ancaman bagi kita kan?.
yang penting ingat: jangan buruk rupa cermin difentung!